USDJPY Tertahan Di Bawah Level 150 Di Tengah Penurunan Greenback

USDJPY Tertahan Di Bawah Level 150 Di Tengah Penurunan Greenback

Diperbarui • 2024-03-06

Yen Jepang berjuang keras memanfaatkan kenaikan yang dipicu oleh data CPI Tokyo pada hari Selasa di tengah ketidakpastian kebijakan BoJ yang membuat para investor mengurangi atau bahkan menahan posisi bullish pada pasangan safe haven ini. Aksi harga USD yang lemah turut membatasi pergerakan USDJPY menjelang dua data tenaga kerja AS dan kesaksian Powell di hadapan kongres yang akan berlangsung selama dua hari, dimulai hari ini.

Yen Jepang mendapatkan beberapa sentimen yang positif dan berhasil menghentikan penurunannya dalam dua hari berturut-turut terhadap mata uang AS itu pada hari Selasa, meskipun momentumnya kurang kuat. Kenaikan inflasi harga konsumen Tokyo muncul di atas spekulasi bahwa kenaikan gaji yang substansial oleh perusahaan-perusahaan Jepang dapat mendorong belanja konsumen dan inflasi yang didorong oleh permintaan. Hal ini membuka pintu untuk perubahan dalam sikap kebijakan Bank of Japan (BoJ) dalam waktu dekat, bersamaan dengan penurunan di pasar ekuitas AS semalam, sehingga menjadi faktor yang mendorong kenaikan yen Jepang.

Meskipun demikian, resesi yang tak terduga di Jepang meningkatkan ketidakpastian tentang rencana BoJ untuk keluar dari kebijakan ultra-mudahnya di tahun ini, yang pada gilirannya membatasi penguatan yen lebih lanjut. Namun, masih tertahannya permintaan dolar AS, yang dirusak oleh data makro AS yang mengecewakan pada hari Selasa menjadi salah satu penyebab penurunan signifikan USDJPY.

Selain itu, para trader tampaknya enggan untuk masuk ke pasar secara agresif dan lebih memilih untuk menunggu lebih banyak isyarat akan jalur penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed). Oleh karena itu, fokus akan tetap pada kesaksian kongres ketua Fed Jerome Powell selama dua hari yang dimulai pada Rabu, hari ini.

Selain itu, rilis data makro AS, laporan ADP ketenagakerjaan sektor swasta dan data Pembukaan Lapangan Kerja JOLTS akan memberikan beberapa dorongan pada pasangan USDJPY di awal sesi Amerika Utara. Perhatian pasar kemudian akan bergeser ke rincian ketenagakerjaan bulanan resmi AS yang sangat diawasi dengan ketat, Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Menjelang rilis data-data penting tersebut, para trader mungkin akan memilih untuk menunggu. Selain itu, latar belakang fundamental yang beragam memerlukan kehati-hatian sebelum masuk posisi jangka pendek.

Analisa Teknikal USDJPY

USDJPY 06032024.jpg

Secara teknikal, pasangan USDJPY relatif konsolidasi pasca penurunan signifikan kemarin dan tertahan di bawah level 105.00. Terlihat grafik pada timeframe H1, USDJPY saat ini masih cukup rentan kembali melanjutkan penurunannya setelah harga dibuka di bawah level Pivot dan harga berada di bawah lintasan Simple Moving Average (SMA). Penurunan USDJPY juga terlihat pada Relative Strength Index (RSI)14 yang bergerak di atas garis yang membatasi area Oversold, yang mengonfirmasi penurun pasangan safe haven ini.

Penurunan lebih lanjut berpotensi membawa pasangan USDJPY ini melanjutkan penurunan hingga ke level 149.60. Sebaliknya, jika indeks dolar AS cukup kuat untuk rebound, berpotensi membawa pasangan USDJPY kembali naik menuju level 150.00 hingga level 150.25. peluang SELL dapat dipertimbangkan pada level 149.80, dengan target profit di level 149.70/149.65. Sementara peluang Buy dapat dipertimbangkan di level 150.05 dengan target profit di level 150.15/150.20.

Mulai Trading Sekarang-2.png

Menyerupai

AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion
AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion

Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,

Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi
Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi

Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera